Bireuen - Bupati Bireuen, Nurdin Abdul
Rahman telah menjanjikan sebanyak 35 ribu rumah bantuan kepada masyarakat
Bireuen. Sebanyak 17 ribu unit akan dibangun pada tahap pertama. Rumah bantuan
tersebut atas usaha Nurdin Abdul Rahman dari rekan-rekannya di luar negeri.
Masyarakat Bireuen pun kini sibuk mengurus persyaratan agar dapat memperoleh
rumah yang dimaksud itu. Bila rumah bantuan itu bohong alias nihil, maka
siap-siap Nurdin diusir dari Bireuen.
Sebanyak 35 ribu unit rumah bantuan itu sungguh merupakan angka yang sangat
spektakuler, luar biasa
apabila rumah itu nyata nantinya. Tapi apabila rumah yang dijanjikan itu tidak
ada maka akan menjadi
bom waktu bagi Nurdin.
"Saya
tidak tahu ngomong apa, pokoknya Nurdin sudah mengatakan rumah itu ada, kalau
pun rumah itu nantinya tidak ada, maka rakyat Bireuen tidak memberi maaf kepada
Nurdin dan masyarakat pun akan mengusirnya dari Bireuen," sebut Muhklis
warga Kutablang kepada The Globe Journal, Selasa (24/4).
Sementara seorang warga Gandapura, Bireuen yang tidak ingin namanya dituliskan
mengatakan, terdapat keanehan dalam mendata warga yang mendapatkan
rumah."Cara pembagian formulir terdapat keanehan, masak rumah bantuan
diberikan semudah itu tanpa melewati tahapan, formulir rumah bantuan ada
diwarung-warung kopi siapa pun boleh ambil untuk difoto copy," sebutnya.
Kepala Dinas Sosial yang dihubungi terkait masalah itu mengatakan, pihaknya
telah menerima sejumlah formulir rumah bantuan yang telah diverifikasi
ditingkat Desa dan kecamatan melalui Tenaga Kerja Sosial Kecamatan
(TKSK)."Formulir yang telah kita terima itu, nantinya juga akan kita
verifikasi kembali," tuturnya.
Beberapa hari yang lalu Kabag Humas Sekda Kab Bireuen, Salahuddin mengatakan
akan datang pihak donatur ke Kabupaten Bireuen, untuk melihat langsung proses
penyaluran rumah yang diberikan itu, namun sampai saat ini donatur yang
disebut-sebut dari Jenewa itu belum juga hadir ke Bireuen.
"Mungkin dalam minggu ini pihak donatur akan tiba di Bireuen dan juga akan
digelar jumpa pers, agar ada kejelasan," sebutnya.
Sementara sebahagian masyarakat Bireuen sangat pesimis dengan rumah
itu."Saya belum begitu percaya ada atau tidaknya rumah itu. Saya berharap
Nurdin jangan menjanjikan rumah kepada masyakat Bireuen sebagai alat
politiknya. Sebab kita ketahui dia mencalonkan kembali pada pemilukada
ini," sebut Ananda warga Kota Juang.
Rabu, 25 April 2012
Bila Ingkar Janji, Warga Bireuen Ancam Usir Nurdin
02.38
No comments






0 komentar:
Posting Komentar