Gubernur Aceh terpilih Zaini Abdullah tidak berupaya menepis tudingan
bahwa Partai Aceh berada di balik kekerasan yang terjadi sepanjang
penyelenggaraan Pilkada Aceh.
"Tuduhan
kepada siapapun bisa saja terjadi, tapi bagi kami Partai Aceh, itu bukanlah
tujuan. Karena itu, kami serahkan semua pada pihak polisi," tutur Zaini,
usai menemui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Selasa (24/4/2012) di Jakarta.
Zaini
bersama Wakil Gubernur terpilih Muzakir Manaf berkeliling Jakarta dan bertemu
pejabat didampingi petinggi-petinggi Partai Aceh, seperti Iskandar Gani,
Muzakir Abdul Hamid, Hasbi Abdullah, Abdullah Saleh, dan Adnan Beuransyah.
Hadir pula Wali Nangroe Tengku Malik Mahmud dan juru bicara Fahrur Rozi.
Gugatan
terhadap hasil Pilkada Provinsi Aceh di Mahkamah Konstitusi (MK), menurut
Zaini, boleh saja dilakukan. Partai Aceh hanya akan menunggu putusan MK.
"Kalaupun
alasan kekerasan dan intimidasi oleh Partai Aceh dikemukakan dalam persidangan
di MK, mungkin saja. Namun, untuk masalah pidana dan kekerasan, diselesaikan
pihak keamanan," tutur Zaini.







0 komentar:
Posting Komentar