WASPADA ONLINE
TAKENGON - Kondisi
sepakbola di Kabupaten Aceh Tengah sejak beberapa tahun terakhir terus
mengalami kemunduran. Akibatnya, prestasi klub-klub di daerah semakin
jauh tertinggal dengan kabupaten lain di Aceh yang telah menjelma
menjadi klub-klub profesional.
Berbagai kendala menjadi faktor
minimnya prestasi klub sepakbola di Aceh Tengah. Alhasil, jangankan
menjadi klub profesional, untuk naik peringkat ke Divisi II PSSI saja,
kesebelasan kota dingin ini begitu sulit.
Konon, kegagalan
itu karena minimnya kepedulian dari berbagai pihak untuk membantu
mengembangkan serta meningkatkan prestasi sepakbola di Aceh Tengah.
Pengcab PSSI Aceh Tengah, harus bekerja sendiri untuk memajukan
pembinaan dan prestasi di Tanah Gayo.
“Ada beberapa faktor
yang menyebabkan kondisi sepakbola Aceh Tengah mengalami penurunan
prestasi. Hal itulah yang menjadi kendala bagi kami untuk meningkatkan
pembinaan dan prestasi,” kata Ketua Harian Pengcab PSSI Aceh Tengah,
Khairul Ahadian ST, baru-baru ini.
Dikatakan, salah satu
faktornya adalah tidak adanya bapak angkat yang dapat membantu anggaran
dana untuk pembinaan dan peningkatan prestasi. Selama ini, Pengurus
PSSI Aceh Tengah hanya tertumpu pada dana yang diberikan dari Anggaran
Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).
“Anggaran yang diberikan
pun sangat terbatas sehingga tidak cukup untuk mendukung pembinaan dan
peningkatan sarana prasarana. Kami sudah berupaya untuk mencari bapak
angkat, tetapi hingga kini belum ada yang merespon,” kata Khairul.
Kendala lain, tambahnya, tidak adanya pelatih lokal yang memiliki
lisensi nasional di Aceh Tengah. Termasuk terbatasnya jumlah wasit.
Selain beberapa persoalan tersebut, yang paling utama adalah kondisi
lapangan di Kota Takengon belum memenuhi standar. Padahal, beberapa
event sepakbola akan digelar di daerah ini, namun karena lapangannya
tidak ada yang standar, akhirnya gagal digelar.
“Aceh Tengah
pernah diminta untuk menjadi tuan rumah pertandingan Divisi III PSSI.
Tetapi akhirnya batal karena kondisi stadion yang tidak layak. Untuk
itu, kami mewakili klub yang ada di Aceh Tengah, mengharapkan
pemerintah bisa segera membangun stadion sepakbola representaif di
Takengen,” katanya.
Disisi lain, lanjutnya, untuk kemajuan
seluruh cabang olahraga di Kota Takengen, seharusnya pengelolaan
anggaran pembinaan olahraga diberikan langsung kepada pengcab-pengcab
atau KONI setempat. Bukan dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata,
Pemuda dan Olaharaga setempat.
“Pengcab PSSI Aceh Tengah saat ini memiliki dua bonden
(kesebelasan), yakni Persilatama dan Persitas. Untuk tahun 2011 lalu,
kedua klub itu tidak ikut kompetisi Divisi III karena tidak adanya
dana. Kondisi itu sunguh sangat memprihatinkan,” pungkas Khairul.
Selasa, 01 Mei 2012
Sepakbola Aceh Tengah memprihatinkan
23.17
No comments






0 komentar:
Posting Komentar