Selasa, 01 Mei 2012

Sepakbola Aceh Tengah memprihatinkan

WASPADA ONLINE

TAKENGON - Kondisi sepakbola di Kabupaten Aceh Tengah sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami kemunduran. Akibatnya, prestasi klub-klub di daerah semakin jauh tertinggal dengan kabupaten lain di Aceh yang telah menjelma menjadi klub-klub profesional.

Berbagai kendala menjadi faktor minimnya prestasi klub sepakbola di Aceh Tengah. Alhasil, jangankan menjadi klub profesional, untuk naik peringkat ke Divisi II PSSI saja, kesebelasan kota dingin ini begitu sulit.

Konon, kegagalan itu karena minimnya kepedulian dari berbagai pihak untuk membantu mengembangkan serta meningkatkan prestasi sepakbola di Aceh Tengah. Pengcab PSSI Aceh Tengah, harus bekerja sendiri untuk memajukan pembinaan dan prestasi di Tanah Gayo.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi sepakbola Aceh Tengah mengalami penurunan prestasi. Hal itulah yang menjadi kendala bagi kami untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi,” kata Ketua Harian Pengcab PSSI Aceh Tengah, Khairul Ahadian ST, baru-baru ini.

Dikatakan, salah satu faktornya adalah tidak adanya bapak angkat yang dapat membantu anggaran dana untuk pembinaan dan peningkatan prestasi. Selama ini, Pengurus PSSI Aceh Tengah hanya tertumpu pada dana yang diberikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).

“Anggaran yang diberikan pun sangat terbatas sehingga tidak cukup untuk mendukung pembinaan dan peningkatan sarana prasarana. Kami sudah berupaya untuk mencari bapak angkat, tetapi hingga kini belum ada yang merespon,” kata Khairul.

Kendala lain, tambahnya, tidak adanya pelatih lokal yang memiliki lisensi nasional di Aceh Tengah. Termasuk terbatasnya jumlah wasit. Selain beberapa persoalan tersebut, yang paling utama adalah kondisi lapangan di Kota Takengon belum memenuhi standar. Padahal, beberapa event sepakbola akan digelar di daerah ini, namun karena lapangannya tidak ada yang standar, akhirnya gagal digelar.

“Aceh Tengah pernah diminta untuk menjadi tuan rumah pertandingan Divisi III PSSI. Tetapi akhirnya batal karena kondisi stadion yang tidak layak. Untuk itu, kami mewakili klub yang ada di Aceh Tengah, mengharapkan pemerintah bisa segera membangun stadion sepakbola representaif di Takengen,” katanya.

Disisi lain, lanjutnya, untuk kemajuan seluruh cabang olahraga di Kota Takengen, seharusnya pengelolaan anggaran pembinaan olahraga diberikan langsung kepada pengcab-pengcab atau KONI setempat. Bukan dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olaharaga setempat.

“Pengcab PSSI Aceh Tengah saat ini memiliki dua bonden (kesebelasan), yakni Persilatama dan Persitas. Untuk tahun 2011 lalu, kedua klub itu tidak ikut kompetisi Divisi III karena tidak adanya dana. Kondisi itu sunguh sangat memprihatinkan,” pungkas Khairul.  

0 komentar:

Posting Komentar